• 28

    Dec

    Aku Cemburu...

    Kulihat wanita bertubuh sintal itu tengah tergolek lemah di atas seprai putih. Bau khas obat-obatan membuat kepalaku makin berdenyut-denyut. Hampir 8 jam aku menemani wanita berparas ayu itu berjuang menantikan kehadiran buah hati pertamanya. Tak ada mimik kesakitan lagi yang kulihat di wajahnya. Bahkan butir-butir keringat yang menempel di dahinya seperti kerlip mutiara baginya. Hanya kedua matanya saja yang masih terlihat sembab sehabis persalinannya tadi.Ini cucu pertama bagi ibu mertuaku. Aku tahu betapa ia sangat gembira dengan datangnya cucu pertama ini. Meski cucu itu bukan dari Mas Armansuamikusebagai anak pertama di keluarga besarnya. Semenjak seharian tadi ibu mertuaku memang tak lelah untuk menunggui wanita itu. Mulai sejak kontraksi hebat dan harus dibawa ke rumah sakit, sampai
  • 27

    Dec

    Semut dan Belalang

    Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas. Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya. “Apa!” teriak sang Semut dengan terkejut, “tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?” “Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang; “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.
  • 25

    Dec

    Seorang Pengembara dan Seekor Beruang

    Dua orang berjalan mengembara bersama-sama melalui sebuah hutan yang lebat. Saat itu tiba-tiba seekor beruang yang sangat besar keluar dari semak-semak di dekat mereka. Salah satu pengembara, hanya memikirkan keselamatannya dan tidak menghiraukan temannya, memanjat ke sebuah pohon yang berada dekat dengannya. Pengembara yang lain, merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu sendirian, melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam, seolah-olah dia telah meninggal. Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah meninggal. Temannya yang berada di pohon tidak berbuat apa-apa untuk menolong temannya yang berbaring. Entah hal ini benar atau tidak, beruang itu sejenak mengendus-endus di dekat kepalanya, dan kelihatannya puas bahwa korban
  • 24

    Dec

    Temanku Si Penjual Kue

    Teng…teng. ..teng… Suara bel sekolah berbunyi nyaring sekali mirip bel tinju ganti ronde. Aku siap-siap pulang. Ah…senengnya udah pulang kayak gini. Semua siswa-siswa SD Menanggal berhamburan keluar kelas dengan kompaknya, mirip kuda-kuda balap yang melaju kenceng pas pintu kandang dibuka, hehehehe. Sebelum pulang aku ke kantin dulu. “Bu Minah, kemaren aku liat ada anak perempuan seusiaku jualan kue disini. Apa Bu Minah tahu siapa anak itu ?”tanyaku sesampainya di kantin. “Eh non Alma. Anak perempuan kemaren itu ya. Itu anak saya paling kecil. Hari ini lagi jualan di rumah. Eh non Alma belom kenal ya, maklum baru 3 hari dia disini, sebelumnya kan ikut neneknya di desa.”jawab Bu Minah panjang banget. “Anak Ibu ? Kok Ibu nggak pernah cerita ka
  • 23

    Dec

    Desa Sukakali

    Jojon, Jono, dan Joni adalah tiga orang sahabat yang beda ayah, beda ibu, beda kakek, beda nenek, tapi satu sekolah sama-sama sekolah di SD Sukakali, satu desa sama-sama tinggal di desa Sukakali, satu bangsa, dan satu negara yaitu Indonesia. Mereka bertiga juga selalu sama-sama ke sekolah dengan berjalan kaki dan sama-sama nyebur ke kali atau anak sungai yang memisahkan rumah mereka dan sekolah mereka. Kok sama-sama nyebur kali sih ? mereka mau ke sekolah atau mau berenang, hihihi. Ternyata eh ternyata mereka emang kudu nyebur ke kali kalo mau sampe sekolah karena eh karena kagak ada jembatan sih, ya satu-satunya cara nyebur gitu lho emang bisa loncat dengan jarak panjang 10 meter kayak gini. Jono, capek juga ya kalo ke sekolah selalu copot baju, copot sepatu, trus nyebur ke kali sambil me
  • 19

    Dec

    Si Pelit

    Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi. Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya. Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi. “Emasku! oh.. emasku!” kata si Pe
  • 19

    Dec

    Anak Kecil yang Menunggu di Bawah Pohon Kersen

    Di bawah pohon kersen, Rana masih menunggu mama, sejak pulang sekolah sampai sore. Seragam putih merah masih melekat di tubuh mungilnya. matahari menyinari pelataran Bumi Allah dengan cahaya kuning. Bayangan kelam pohon kersen meneduhkan si kecil. Lalu-lalang kendaraan yang mengepulkan asap pekat bukan persoalan bagi Rana. Debu menderu terpingkal menerjang, bukan masalah baginya untuk tetap setia menunggu. sampai mama pulang Hangat cuaca. Angin mendesir. Dedaunan kuning kering jatuh ibarat salju berguguran di musim dingin. Orang-orang berhamburan meramaikan pinggir jalan. Aroma parfum wangi-wangi beraneka. Ada karnaval di alun-alun kota yang terletak di seberang jalan. Sebentar lagi parade orang-orang dengan kostum warna-warni akan menyesakkan jalanan. Rana sama sekali tidak tertarik deng
  • 18

    Dec

    Burung Gagak dan Sebuah Kendi

    By: Aesop Pada suatu musim yang sangat kering, dimana saat itu burung-burungpun sangat sulit mendapatkan sedikit air untuk diminum, seekor burung gagak menemukan sebuah kendi yang berisikan sedikit air. Tetapi kendi tersebut merupakan sebuah kendi yang tinggi dengan leher kendi sempit. Bagaimanapun burung gagak tersebut berusaha untuk mencoba meminum air yang berada dalam kendi, dia tetap tidak dapat mencapainya. Burung gagak tersebut hampir merasa putus asa dan merasa akan meninggal karena kehausan. Kemudian tiba-tiba sebuah ide muncul dalam benaknya. Dia lalu mengambil kerikil yang ada di samping kendi, kemudian menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. Setiap kali burung gagak itu memasukkan kerikil ke dalam kendi, permukaan air dalam kendipun berangsur-angsur naik dan bertambah tin
  • 17

    Dec

    Tujuh Burung Gagak

    Dahulu, ada seorang laki-laki yang memiliki tujuh orang anak laki-laki, dan laki-laki tersebut belum memiliki anak perempuan yang lama diidam-idamkannya. Seriiring dengan berjalannya waktu, istrinya akhirnya melahirkan seorang anak perempuan. Laki-laki tersebut sangat gembira, tetapi anak perempuan yang baru lahir itu sangat kecil dan sering sakit-sakitan. Seorang tabib memberitahu laki-laki tersebut agar mengambil air yang ada pada suatu sumur dan memandikan anak perempuannya yang sakit-sakitan dengan air dari sumur itu agar anak tersebut memperoleh berkah dan kesehatan yang baik. Sang ayah lalu menyuruh salah seorang anak laki-lakinya untuk mengambil air dari sumur tersebut. Enam orang anak laki-laki lainnya ingin ikut untuk mengambil air dan masing-masing anak laki-laki itu sangat ingin
  • 17

    Dec

    Keledai dan Garam Muatannya

    Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelinci
  • 16

    Dec

    Seharusnya Berjudul Celana Dalam

    Sundari sedang memasukkan baju-baju kotor ke mesin cuci ketika suara lantang majikan perempuannya menggema dari arah kamar tidur utama. “Cundaliiii!!” jerit itu terdengar lagi. Sundari terkesiap, gugup. Sundari tahu benar, ketika namanya disebut lengkap begitu sesuatu yang luar biasa pasti sedang terjadi. Tiga bulan tinggal bersama keluarga asing yang menjadi majikannya, sudah membuatnya mulai mengerti kebiasaan tuan dan nyonyanya. Sundari mencoba mengingat-ingat, apa kira-kira yang telah diperbuatnya pagi ini atau kemarin malam. Sundari yakin tidak ada yang tidak wajar. Memang, sejak kepulangannya dari Amerika kemarin sore, Mam tak habis-habisnya menekuk wajah. Sepertinya ia menyesal telah pulang. Tuan pergi ke China, berangkat dua jam sebelum Mam kembali. Sundari buru-buru
  • 15

    Dec

    Peradilan Rakyat

    By: Putu Wijaya Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum. “Tapi aku datang tidak sebagai putramu,” kata pengacara muda itu, “aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini.” Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung. “Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?” Pengacara muda tertegun. “Ayahanda bertanya kepadaku?” “Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini.” Pengaca
  • 14

    Dec

    Kerbau dan Kambing

    Seekor kerbau jantan berhasil lolos dari serangan seekor singa dengan cara memasuki sebuah gua dimana gua tersebut sering digunakan oleh kumpulan kambing sebagai tempat berteduh dan menginap saat malam tiba ataupun saat cuaca sedang memburuk. Saat itu hanya satu kambing jantan yang ada di dalam gua tersebut. Saat kerbau masuk kedalam gua, kambing jantan itu menundukkan kepalanya, berlari untuk menabrak kerbau tersebut dengan tanduknya agar kerbau jantan itu keluar dari gua dan dimangsa oleh sang Singa. Kerbau itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang Kambing. Sedang diluar sana, sang Singa berkeliaran di muka gua mencari mangsanya.Lalu sang kerbau berkata kepada sang kambing, “Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu yang pengecut karena sa
  • 13

    Dec

    Menu Makan Malam

    Sesuatu yang kelak retak dan kita membikinnya abadi Ibu bersumpah untuk membangun keluarganya di atas meja makan. Ia terobsesi mewujudkan keluarga yang bahagia melalui media makan bersama. Maka, ia menghabiskan hidupnya di dapur, memasak beribu-ribu bahkan berjuta-juta menu makanan hanya untuk menghidangkan menu masakan yang berbeda-beda setiap harinya. Ia memiliki jutaan daftar menu makan malam di lemari dapurnya. Daftar itu tersusun rapi di dalam sebuah buku folio usang setebal dua kali lipat kamus besar Bahasa Indonesia, berurut dari menu masakan berawal dengan huruf A hingga Z. Ia menyusun sendiri kamus itu sejak usia perkawinannya satu hari hingga kini menginjak usia 25 tahun. Di sebelah kamus resep masakan itu, bertumpuk-tumpuk pula resep masakan dari daerah Jawa, Madura, Padang, bah
  • 10

    Dec

    Kado Buat Abi

    Malam ini masihlah tetap seperti malam-malam yang kemarin. Hanya bedanya aku tak bisa tidur. Meskipun seharian tadi aku merasa sangat lelah karena harus bergulat dengan pakaian kotor suami dan anak-anakku, tapi entah malam ini aku begitu resah. Pikiranku melayang-layang entah kemana. Sudah beberapa hari ini aku sering terbangun tiba-tiba. Malam menjadi semakin larut. Suamiku sudah tampak nyenyak tidur di samping tubuhku. Aroma tubuhnya lekat dengan hidungku. Yaharoma inilah yang selalu kurindukan darinya. Aroma inilah yang membuatku nyaman ketika kurasakan kecemasan melandaku. Dari keremangan cahaya kamarku, kulihat gurat ketegasan di wajahnya. Menyiratkan bahwa ia seorang lelaki yang tangguh. Tak dirasakan lelah yang menempanya selama sesiangan tadi. Abi, aku sayang kamu , bisikku di te
- Next

Author

Follow Me